Senin, 02 Mei 2011

Selepas kau pergi




Kemarin masih bisa ku dengar
Suara lembutmu melantunkan nada untukku
Kemarin masih bisa ku baca
Rangkaian kata indah
Setiap katamu seolah tak ingin jauh dariku
Kasihmu seolah tak ingin luka menyentuhku
Namun semua hanya bisa terduga
Selepas kau pergi
Kau bawa semua cinta dan bahagiaku bersamamu
Meninggalkan luka, menyisakan tangis
Cintamu yang pernah memelukku
Membuat tak ingin lagi rasanya ku bercinta
Setelah ku rasa luka
Senyum manismu yang pernah untukku
Membuat tak dapat lagi rasanya ku tersenyum
Setelah kau pergi
Keindahan yang pernah kau beri
Menutup semua keindahan setelah kau pergi
Cinta yang pernah kau tanamkan
Menenggelamkan semua cinta setelah kau tak ada
Biarlah ku rasa sendiri
Biarlah kulalui sepi tanpamu
Bawalah pergi cintaku kemanapun hatimu mau
Bawalah pergi bahagiaku kemanapun tujuanmu
Biar saat ku terlelap
Cintaku yang akan bercerita tentang indahnya cintamu
Biarlah saat ku bermimpi
Bahagiaku tunjukkan senyummu kala itu
Biarlah ku tetap menikmati kesendirianku
Dan biarlah bahagiamu menghiasinya…

Pudar




Jemariku masih menari
Menggerakkan pena
Menggoreskannya dan bercerita
Melalui tulisan biasa
Sebuah kisah telah terabadikan
Di selembar kertas putih
Menyatukan setiap kata manis dari bibirmu
Mencoba ingat setiap detik bersamamu
Mengulang waktu sampai saat itu
Merasakan kembali eratnya dekapmu
Mendengar detak jantungmu
Desah nafasmu
Aroma tubuhmu
May 29, 2010
Genggaman erat tanganmu
Seakan meyakinkanku betapa berat untuk jauh
Namun lepas dari sadarmu
Kau membiarkanku menangkap sebuah keraguan
Rasa bersalah yang mendalam dimatamu
Terlarut dalam lamunanmu
Kau membiarkan hati ini untuk tahu
Entah berapa banyak keraguan semakin ku tahu
Semakin kau biarkan hati ini yakin
Di sudut hatimu, jauh di dalam sana
Telah perlahan memudar
Semakin lebih memudar seiring jantungku yang semakin berdebar, terus memudar
Sampai pada perjalanan menuju mimpi malam itu
Pada setiap pelukan embun di pagi itu
Membuatku merasakan, meyakini
Bahwa pelukku tak lagi berarti
Sebuah perjalanan panjang
Menjadi sepanjang jalan kenangan
Mungkin hanya kenangan untukku
Disaksikan setiap daun kedinginan
Betapa hatimu telah pergi saat itu
Entah kemana . . .
Membuatku merasa sakit, sangat sakit
Dalam ketidaksadaranku
Kamu telah menghapus cintaku dalam hatimu
Cinta yang pernah selalu kau sebut sebelum pagi itu
Cinta yang pernah kau sebut hebat di kala itu
Sebuah nama yang pernah kau sebut aishiteru
Dan kini telah benar-benar tak ada
Mungkin juga kau telah amnesia
Yang terperih setiap pada sadarku
Setiap pada nyata di pagi hariku
Kau tak lagi ada bersama cintamu
Tersadar setengah hati ku mencinta
Ku sakit karena mu

asaku=lukaku




Berjalan
Masih dengan asa dalam genggaman
Terus menyusuri senja hari ini
Tapak demi tapak
Kulangkahkan perlahan
Menuju tempat yang kuanggap tenang
Masih dengan mimpi yang sama
Kuberanikan membuka asa
Mempelajarinya
Dan di waktu yang berbeda
Mesih kutemukan jawaban yang sama
Sama seperti saat kamu pergi
kemudian….
Beranjak dari tempat ku berpijak
Dengan berat harus ku ulangi lagi
Asa itu masih ku genggam
Erat ku genggam dengan rasa sakit
Yang masih sempurna bisa kurasakan
Logika selalu kalah oleh egoisnya hatiku
Terlalu lemah bagi nyata
Untuk mematahkan angkuhnya impian itu
Hingga membuat tanganku semakin erat
Menggenggam asa yang indah bersamamu
Asa yang bagi setiap mata logika
Menghasilkan hipotesa “NOL”
Ya…”asa yang tak pernah berujung indah”
Itu yang selalu mereka teriakkan di telingaku
Dan selalu saja sesuatu dalam diriku mampu menghapusnya
Mampu mengacuhkannya
Sekalipun selalu dengan meninggalkan luka
Sampai akhirnya
Luka itulah yang menjadi asaku
Asa tentang mu yang telah lama menelantarkan cinta ini

menjelang petang




Tik tok tik tok tik tok
Detak jarum jam yang teratur
Menemaniku sebelum tidur
Sebelum lelah menutup mata
Sebelum lelap arungi mimpi
Tik tok tik tok
Detak jarum jam selalu mengisi
Setiap hari yang ku lewati
Tak pernah lelah berputar
Dan terus berputar
Membuat catatan disetiap putarnya
Tik tok tik tok
Masih tetap berdetak
Sama dengan jantungku detik ini
Masih berdetak
Masih diberi kesempatan untuk mencari
Banyak hal yang belum kutemui
Tik tok tik tok
Terkadang detaknya membuat resah
Resah akan hal yang tak pernah kutahu
Tidak pernah tahu akan kebenaran
Hati yang membuat hatiku tenang
Kadang yang manis akan terasa manis
Saat menjadi kenangan
Kadang yang pahit terasa manis
Saat masih bersama
Kenangan adalah pisau
Yang mengupas isi dari sesuatu yang sedang berjalan
Kenangan adalah sensorik
Sebagai perasa akan kejujuran yang tertunda
Tik tok tik tok
Akan terus berdetak
Memulai sesuatu yang baru
Membukukan yang terjalani
Mengabadikannya sebagai kenangan
Memberikan arti sebagai sejarah
Untuk dikenang setiap menjelang petang